Puskesmas Kaligondang_Bagaimana aturan minum obat saat puasa? Sebenarnya ketika sedang sakit, tidak dipaksakan untuk tetap melanjutkan puasa. Apalagi kalau kamu diharuskan untuk mengonsumsi obat rutin.

Namun, ada kalanya jika memang memungkinkan setelah rekomendasi dari dokter, kamu tetap bisa melanjutkan puasa meski sedang sakit. Konsumsi obat bisa diatur dengan cara minum obat setelah sahur ataupun sehabis berbuka puasa.

Ketika memasuki bulan puasa, ibadah menjadi prioritas penting. Tetapi terkadang kondisi penyakit dapat menyebabkan menurunnya kondisi kesehatan terutama saat berpuasa. Jika terpaksa harus mengonsumsi obat ketika puasa, maka panduan minum obat yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

Sesuaikan waktu minum obat ketika sahur atau berbuka, atau keduanya dengan dosis sesuai aturan

Tetap mengonsumsi obat harian, seperti obat maag, obat kolesterol, obat hipertensi, ataupun obat diabetes. Berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan fungsi obat tetap berjalan lancar. Jika tidak sanggup berpuasa, sebaiknya ditunda atau dibatalkan ibadah puasanya

Penyakit memang dapat terjadi kapan saja dan tak pandang waktu, termasuk ketika sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Terkadang penyakit yang kita alami itu merupakan penyakit dengan kondisi cukup serius sehingga mungkin membuat kita sampai tidak bisa menjalankan ibadah puasa,

Mengenal Cara Kerja Obat

Secara umum, obat dibagi menjadi beberapa kali dosis yang perlu diminum untuk mengobati penyakit tertentu. Beberapa jenis obat biasanya tertulis 1 tablet/kapsul sekali sehari, atau dua kali sehari, dan seterusnya. Tetapi biasanya cara minum obat tersebut bisa sebelum makan, bersamaan dengan makan, ataupun setelah makan.

Mengenai frekuensi berapa kali obat tersebut diminum dalam sehari, hal itu tergantung dari jenis dan sifat obat. Untuk obat-obatan yang mudah diproses dan terbuang dari tubuh, misalnya melalui air seni, maka frekuensi minum obat dalam sehari mungkin akan lebih sering. Begitu pula sebaliknya, untuk obat-obatan yang melalui proses metabolisme yang lama berada di dalam tubuh maka frekuensi minumnya akan lebih jarang.

Sebenarnya pada obat yang sama dengan jumlah yang sama akan memiliki durasi kerja yang sama pula, sehingga jarak minum obatnya juga harus sama, sebagai contoh:

  1. Untuk obat yang diminum 1 kali sehari maka diminum per 24 jam;
  2. Untuk obat yang diminum 2 kali sehari maka diminum per 12 jam;
  3. Untuk obat yang diminum 3 kali sehari maka diminum per 8 jam

Untuk obat-obatan yang diminum sebelum makan atau sesudah makan, hal tersebut didasarkan pada sifat dan efek obat terkait, seperti:

  1. Obat yang diminum sebelum makan: Mungkin akan mengganggu penyerapan obat jika diminum bersama dengan makanan. Selain itu, agar dapat membantu memberikan efek maksimal pada lambung (misalnya obat untuk lambung sering diminum setelah makan dengan tujuan agar asam lambung tidak diproduksi berlebihan sehingga mengurangi gejala mual). Oleh karena itu minum obat sebelum makan diartikan diminum saat lambung dalam keadaan kosong, yakni 30-60 menit sebelum makan atau 2-3 jam setelah makan;
  2. Obat yang diminum setelah makan: Karena umumnya memiliki efek iritatif pada saluran cerna terutama pada lambung atau untuk obat-obatan yang penyerapannya akan lebih baik ketika bercampur dengan makanan, maka mengonsumsi obat setelah makan diharapkan dapat memberi efek maksimal terhadap fungsi obat.

Jika kondisi penyakit tertentu mengharuskan kita untuk mengonsumsi obat di kala tetap berpuasa, maka terdapat anjuran minum obat yang mungkin bisa diterapkan selama bulan puasa, di antaranya:

Cara minum obat 1 kali sehari sebelum makan:

Minum obat dengan dosis 1 kali sehari bisa dilakukan ketika berbuka puasa atau sahur, yakni setelah minum pembuka puasa atau setengah jam sebelum makan berat atau bisa juga 30 menit sebelum mengonsumsi menu sahur. Yang terpenting waktunya sama setiap harinya (per 24 jam).

Cara minum obat 1 kali sehari setelah makan:

Minum obat dengan dosis 1 kali sehari setelah makan bisa diminum setelah berbuka puasa atau saat sahur, yang terpenting waktunya sama setiap harinya (per 24 jam).

Cara minum obat 2 kali sehari setelah makan:

Minum obat dengan dosis 2 kali sehari ketika berpuasa bisa diminum setelah makan makanan buka puasa dan setelah makan sahur.

Cara minum obat 2 kali sehari sebelum makan:

Minum obat dengan dosis 1 kali sehari bisa dikonsumsi saat berbuka puasa dan sahur, yakni setelah minum pembuka puasa atau 30 menit sebelum makan berat dan obat dosis berikutnya diminum 30 menit sebelum sahur atau makan makanan berat.

Cara minum obat 3 kali sehari:

Cara minum obat saat berpuasa dengan dosis 3 kali sehari adalah sebagai berikut: Jika obat bersifat simptomatis, yakni untuk menghilangkan gejala seperti sakit kepala, demam, atau nyeri maka obat dapat diminum tetap 3 kali, yakni setelah makan saat berbuka puasa dan setelah makan saat sahur dan unutl malam diminum sekitar jam 11.00. Apalagi obat bersifat kausatif seperti antibiotik, maka sebaiknya antibiotik diminum 3 kali sehari.

Mengenal Jenis Obat Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan

Obat-obatan khusus dalam mengurangi risiko penyakit kronis tetap harus dikonsumsi, tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi berpuasa. Berikut ini panduannya:

Obat diabetes atau kencing manis

Obat kencing manis atau obat diabetes tetap harus diminum setiap hari, tak terkecuali saat berpuasa. Biasanya pasien diabetes akan diresepkan obat yang diminum saat sarapan pagi, seperti glibenklamid. Oleh karena itu, ketika berpuasa obat glibenklamid atau sejenisnya tetap dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.

Tetapi hindari mengonsumsi obat-obat antidiabetes pada saat makan sahur agar tidak terjadi keadaan hipoglikemia pada saat berpuasa di siang harinya.

Obat hipertensi

Sama halnya dengan obat kencing manis, obat darah tinggi (obat hipertensi) juga harus diminum setiap hari, tak terkecuali saat berpuasa. Jika dokter meresepkan 1 kali sehari disarankan agar obat diminum saat makan sahur agar dapat mengontrol tekanan darah selama beraktivitas di siang hari. Hal ini didasarkan pada penelitian yang menunjukkan bahwa tekanan darah akan mencapai angka paling tinggi pada pukul 9-11 pagi dan paling rendah pada malam hari setelah tidur. Jadi obat darah tinggi jangan diminum setelah berbuka puasa atau sebelum tidur.

Obat maag

Jika obat yang diresepkan sekali sehari, misalnya omeprazole atau lansoprazole, sebaiknya diminum pada malam hari sebelum tidur. Sedangkan obat maag yang diminum 2 kali sehari, seperti ranitidin atau famotidin, dapat diminum saat malam hari sebelum tidur dan pada waktu makan sahur. Hal ini disebabkan asam lambung mencapai kadar paling tinggi pada saat dini hari (jam 2-4 pagi), sehingga sebaiknya diminum malam hari untuk mencegah kenaikan asam lambung berlebihan.

Obat penurun kolesterol

Obat penurun kolesterol sebaiknya diminum pada pukul 7-9 malam atau setelah makan berbuka puasa, mengingat metabolisme kolesterol paling tinggi adalah pada malam hari.

Untuk menghindari kondisi penyakit tertentu, ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Selain itu, untuk tetap menjaga fungsi obat dapat berjalan maksimal, sesuaikan waktu minum obat dengan cara di atas, baik pada waktu sahur atau berbuka puasa.

sumber:

  • https://www.honestdocs.id/cara-minum-obat-saat-berpuasa-di-bulan-ramadhan
  • https://www.halodoc.com/lagi-sakit-ini-aturan-minum-obat-saat-puasa